Friday, January 17, 2014

15 Area Pengendalian TI


Pengendalian TI didefinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang diinginkan atau maksud yang dicapai oleh prosedur pengendalian implementasi dalam kegiatan TI khusus.
Terdapat 15 area pengendalian, sebut dan jelaskan.

Jawaban :

1. Integritas Sistem adalah sebuah sistem yang di dalamnya terdiri atas pilar-pilar yang mana di dalamnya terdapat pelaksanaan yang menjunjung tinggi integritas demi institusi tersebut.

2. Manajemen Sumber Daya adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.

3. Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi  dan S/W sistem
·         Menentukan adanya keterlibatan dan persetujuan user dalam hal adanya perubahan terhadap s/w aplikasi dan s/w sistem
·         Setiap pengembangan dan perbaikan aplikasi harus melalui proses formal dan di dokumentasi serta telah melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem yang dibakukan dan disetujui.

4. Backup dan Recovery             
·         Demi kelangsungan usaha, harus tersedia data processing disaster recovery planning (rencana pemulihan data dan pusat sistem informasi apabila terjadi kehancuran),
·         Baik berupa backup dan pemulihan normal, maupun rencana contingency untuk kerusakan pusat SI (lokasi gedung, peralatanya, SDM-nya maupun manualnya).

Perubahan Konsep "Ketersediaan Pengendalian" ke Konsep "Proses Pencapaian Tujuan" dalam TI


Proses Pencapaian Tujuan

Pengendalian internal telah mengalami perubahan dari konsep “ketersediaan pengendalian” ke konsep “proses pencapaian tujuan”. Berikut ini penjelasannya.
Pada pokok permasalahannya, proses pencapaian tujuan ini melibatkan pengendalian TI khusus. Pengendalian TI ini bisa didefinisikan sebagai pernyataan hasil yang diinginkan atau maksud yang ingin dicapai sesuai dengan prosedur pengendalian TI khusus.
Adapun tujuan pengendalian internal adalah:
1.      Memeriksa ketelitian dan kebenaran data yang menghasilkan laporan-laporan yang dapat diandalkan.
2.      Efektivitas dan efesiensi dalam operasi, yaitu efektif dalam mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan dan efisien dalam pemakaian sumber daya yang tersedia.
3.      Membantu agar tidak terjadi penyimpangan terhadap hokum dan peraturan yang berlaku.
4.      Mengamankan harta milik organisasi atau perusahaan termasuk data yang tersedia.
      Pengendalian internal memiliki dua macam pendekatan;
 
      A.    Pendekatan Statis
1.      Berdasarkan pertimbangan pada pembagian wewenang didalam pengelolaan perusahaan atau entitas pada masa lalu yang bersifat sentralisasi.
2.      Metoda sentralisasi artinya bahwa intelektualitas berada pada pucuk pimpinan perusahaan. Semakin rendah posisi seseorang, maka semakin sedikit pengetahuannya tentang pencapaian tujuan perusahaan atau hanya sekedar menjalankan perintahnya saja.
3.      Pendekatan statis ini akan berorientasi pada sistem yang dapat dengan mudah ditelusuri keberadaannya.

       B.     Pendekatan Dinamis
1.      Pengendalian internal sebagai sebuah proses.
2.      Konsep ini terkait dengan perubahan metoda pengelolaan sumber daya pada organisasi yang bersangkutan.

Sunday, December 15, 2013

Langkah Utama Dalam Pelaksanaan Program Keamanan


Tahapan yang dilalui dalam pelaksanaan program keamanan:



      1.      Persiapan Rencana Pekerjaan (Preparation of a Project Plan)
Perencanaan proyek untuk tinjauan keamanan mengikuti item sebagai berikut:
·         Tujuan review
  • Rung lingkup review
  • Tugas yang harus dipenuhi
  • Organisasi dari tim proyek
  • Sumber anggaran (pendanaan)
  • Jadwal untuk menyelesaikan tugas
      2.  Identifikasi Kekayaan (Identification of Asset)
     Kategori asset:
  • Personel (pengguna akhir, analis, programmer, operator, pegawai, security)
  • Harsware (mainframe, minicomputer, microcomputer, disk, printer, communication lines, concentrator, terminal)
  • Dokumentasi (sistem dan program, basis data, rencana dasar, insuransi, kontrak)
  • Persediaan (alat-alat yang dapat dicairkan, kertas, tape, kaset)
  • Data/informasi (file asli, file transaksi, file arsip)
  • Software aplikasi (debitor, creditor, sales, inventory)
  • Sistem Software (compilers, utilitas, DBMS, sistem operasi, software komunikasi, spreadsheets)

      3. Penilaian Kekayaan (Valuation of Asset)
Mengukur penilaian kekayaan dengan cara penilaian kekayaan yang hilang (lost), waktu periode untuk perhitungan atas hilangnya kekayaan, dan umur asset.
 


4. Identifikasi Ancaman-ancaman (Threats Identification)

Beberapa Hal yang Perlu Dilindungi Dalam Sistem Informasi



Berbagai fasilitas dan asset perusahaan yang perlu dilindungi mencakup asset perusahaan yang dapat langsung merugikan perusahaan seperti perangkat keras, perangkat lunak, database, informasi penting, serta beberapa fasilitas yang tidak merugikan perusahaan secara langsung seperti reputasi perusahaan. Terdapat lima komponen dasar sistem informasi yang perlu dijaga berkaitan dengan fasilitas dan asset perusahaan yaitu perangkat keras, perangkat lunak, pengguna, data dan prosedur.
      1.      Perangkat Keras (Hardware)
Sebuah perusahaan tentunya memiliki sebuah sistem komputerisasi yang harus dilindungi seperti misalnya peralatan computer dan jaringan computer yang yang digunakan untuk kegiatan bisnis perusahaan. Perusahaan yang bersangkutan tidak akan berjalan tanpa adanya fasilitas computer dan jaringan data tersebut. Apabila perusahaan tidak memiliki hal tersebut berarti mereka tidak memiliki sesuatu untuk dilindungi.
      2.      Perangkat Lunak (Software)
Perusahaan yang dimaksud pasti memiliki database informasi mengenai informasi perusahaan dan asset berharga lainnya. Database tersebut dibentuk dan diolah untuk kepentingan perusahaan. Biasanya untuk menampilkan sebuah informasi di dalam database tersebut diperlukan query yang tepat agar dapat menghasilkan data atau informasi yang diinginkan. Oleh karenanya, perlindungan dalam terhadap software sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya pencurian data atau akses illegal lainnya diluar kepentingan perusahaan.
      3.      Pengguna
Sumber daya yang satu ini berperan dalam terjadinya interaksi antara proses komputerisasi dalam jaringan pada perusahaan. Sebagai contoh, admin yang mengelola database suatu perusahaan, maupun pengguna yang ingin mengakses informasi. Perusahaan tersebut harus bisa memanajemen informasi yang ada untuk disalirkan ke pengguna atau pihak lain yang memiliki hak akses untuk kepentingan tertentu.
4.    Data
Mempunyai data, informasi dan sistem jaringan yang berharga yang layak untuk dijaga, dan dapat menyebabkan kerugian besar apabila data, informasi dan sistem jaringan tersebut dapat keluar dari perusahaan atau dapat menyebabkan perusahaan tidak dapat beroperasi.

      5.      Prosedur
Perusahaan yang bersangkutan harus mempunyai kebijakan mengenai tata kelola teknologi informasi terutama yang berkaitan dengan kebijakan tentang pengelolaan keamanan sistem informasi juga menerapkan standar dan prosedur kebijakan tentang sistem informasi.


 
    Sumber :
    jurnal.atmaluhur.ac.id

Saturday, December 14, 2013

Pemanfaatan Telematika di Bidang E-Commerce


 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Disusun Oleh :
1. Aryanto Hasugian (11110158) 
2. Maulana Preestra C. E. (14110272)
3. Rian Henry (15110861) 
4. Syahrun Diyaar (16110775)
 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

  1. Telematika
Dari sumber yang sudah ada, diketahui bahwa Telematika merupakan adopsi dari bahasa Perancis yang sebenarnya adalah “Telematique” yang mempunyai arti bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Secara bahasa, Telematika merupaan gabungan dari kata Telekomunikasi dan Informasika. Telekomunikasi adalah teknik pengiriman atau penyampaian informasi dari satu tempat ke tempat lain. Sedangkan Informatika merupakan disiplin ilmu yang mempelajari informasi fakta berlambang yaitu data maupun informasi pada mesin berbasis computer.
Secara garis besarnya, Telematika adalah sarana komunikasi jarak jauh melalui media elektronik. Kemampuannya dapat mengirimkan sejumlah besar informasi dalam waktu singkat, dengan jangkauan yang luas, dan dalam berbagai cara seperti suara (music, telepon), gambar, huruf dan data atau kombinasi-kombinasinya.

  1. E-Commerce
Kelompok kami menggunakan sumber dari Modul Kursus yang pernah di ikuti oleh semua anggota. Modul ini disusun oleh Lembaga Pengembangan Komputerisasi, UniversitasGunadarma. Berikut ini adalah materi yang dibahas:
E-Commerce (Elektronik Commerce) adalah proses membeli, menjual atau pertukaran barang, jasa atau informasi melalui jaringan computer. E-Commerce berkembang karena adanya internet, oleh karena itu sering dikaitkan dengan jaringan computer sebagai media utamanya.
Di masa lalu, dunia bisnis bisa melakukan aktivitas antara satu dan lainnya melalui jaringan khusus tapi pertumbuhan drastic dari internet telah merubah paradigma tersebut dan akhirnya menjadikannya lebih luas. Infrastruktur digital yang menyediakan sarana efisien untuk komunikasi dan pertukaran informasi menjadi media baru yang menarik untuk E-Commerce.
Sampai saat ini, website hanya sebatas pada informasi yang diberikan untuk konsumen mengenai perusahaan dan apa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. E-Commerce menyediakan sarana untuk menjual produk secara online. Calon pelanggan atau knosumen dapat melihat website, membaca dan melihat produk,memesan dan membayar produk secara online.

  1. Komponen Utama E-Commerce:
1)      Electronic Data Interchange (EDI)
Electronic Data Interchange (EDI) didefinisikan sebagai pertukaran data antar computer dan organisasi atas suatu informasi terstruktur dalam format yang standard dan bisa diolah oleh computer.
2)      Digital Currency
Digital currency memungkinkan user untuk memindahkan dananya secara elektronik dalam lingkungan kerja tertentu. Contohnya seperti ATM yang sering digunakan untuk transaksi transfer dan tarik tunai secara langsung atau mesin EDC yang sering ditemukan ditempat perbelanjaan.
3)      Electronic Catalogs
Biasa disebut sebagai e-catalogs merupakan jenis aplikasi komersil yang dirancang untuk internet. E-catalogs berupa antar muka grafis yang umumnya berbentuk WWW dimana menyediakan informasi tentang penawaran produk dan jasa. Contohnya online shop terkemuka di Indonesia seperti Kaskus, Tokobagus, dan lainnya.

Thursday, July 4, 2013

Berbahasa Sesuai Dengan Ranah Pemakaiannya - Perkembangan Penggunaan Bahasa di Indonesia

Bahasa merupakan alat atau media penyampaian yang digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung ataupun tidak tergantung pada objek ataupun subjek yang berkaitan. Banyak sekali definisi bahasa yang dipaparkan menurut beberapa tokoh peneliti bahasa dengan opini yang berbeda pula. Namun, secara garis besar bahasa adalah cara agar seseorang dapat mengerti apa yang dimaksud atau diinginkan orang lain. Bahasa juga memiliki fungsi yang beragam dan dipakai sasuai dengan kondisi atau untuk suatu tujuan tertentu.

Bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa yang telah diakui oleh dunia. Seperti bahasa yang ada di Negara lain, bahasa Indonesia juga memiliki tata cara atau aturan dalam menggunakannya. Sebut saja bahasa baku atau bahasa formal yang seringkali ditemui pada pustaka-pustaka ilmiah atau laporan penelitian. Tujuan diberlakukannya bahasa formal ini, salah satunya agar bahasa Indonesia selalu terjaga keasliannya karena bahasa Indonesia meruapakan karakteristik Negara Indonesia selain dari kebudayaan daerah. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi dan semakin kuatnya pengaruh globalisasi, bahasa asing yang masuk sedikit demi sedikit mempengaruhi masyarakat local khususnya di daerah metropolitan yang lama kelamaan akan membingungkan atau terjadi tumpang-tindih dalam penggunaan bahasa.

Perkembangan bahasa, sangatlah cepat dikalangan remaja. Karena beberapa factor yang memberikan mereka kesempatan untuk mengenal, belajar atau bahkan tertarik untuk menguasai bahasa asing seperti bahasa inggris, bahasa jepang, bahasa korea, dan lain sebagainnya. Perkataan “mian” (maaf dalam bahasa korea) sekarang lebih sering didengar pada percakapan siswa di sekolah atau “sorry” (maaf dalam bahasa inggris) yang sudah tak lazim didengar serasa sudah menggantikan tata bahasa Indonesia yang seharusnya dijaga. Memang tak akan bermasalah jika digunakan dalam percakapan sehari-hari, akan tetapi bagaimana jika satu kata menjadi dua dan seterusnya menggantikan bahasa local? Atau bahkan mereka lebih senang mencampur adukan bahasa dalam kesehariannya, baik formal maupun informal.

Selain bahasa indonesia, bahasa daerah yang ada di beberapa wilayah di Indonesia juga tidak menutup kemungkinan akan terpengaruh oleh budaya asing. Sejauh ini, menurut penelusuran tersendiri, bahasa daerah masih tetap ada, masih tetap sama. Karena biasanya, mayarakat yang seperti ini lebih menghargai bahasa nenek moyangnya dan lebih menjaga keaslian daerahnya.

Dari masalah yang ada, dapat diambil kesimpulan dari segi positifnya. Masyarakat local boleh saja mengenal bahasa asing dan mempelajarinya sesuai dengan kebutuhannya, namun tentu harus lebih menghargai bahasa sendiri dan menggunakannya sesuai dengan ketentuannya. Selama sesuatu yang ada di hargai, maka itu tetap akan ada, terjaga.

Thursday, June 13, 2013

Komunikasi Bahasa

1. Mengapa fungsi komunikasi bahasa disebut fungsi dasar? Mengapa pula disebut fungsi utama?

Jawaban

Secara garis besar, bahasa merupakan alat yang dipakai makhluk hidup untuk berkomunikasi, berinteraksi ataupun bertukar pikiran. Dengan bahasa, dapat memungkinkan seseorang atau sekelompok orang menyampaikan informasi, ide atau gagasan, perintah, bahkan dapat mempengaruhi pikiran orang tersebut asalkan informasi atau pesan tersampaikan dengan baik dan jelas dari pembicara atau sumber informasi kepada pendengar atau penerima informasi. Sedangkan komunikasi sendiri adalah hubungan timbal balik yang terjalin karena adanya sebab dan akibat dari pembicara atau sumber informasi kepada pendengar atau penerima informasi.

Komunikasi bahasa sebagai fungsi dasar, karena keberadaan bahasa sangat penting bagi makhluk hidup dalam kegiatan mobilitas sosial. Tidak hanya itu saja, bahasa juga memiliki berbagai macam fungsi berdasarkan tanggapan atau respon yaitu fungsi transaksional dan fungsi interaksional.
  • Fungsi Transaksional, yakni apabila dalam komunikasi terdapat isi komunikasi yang amat dipentingkan. Dengan begitu, bahasa dapat digunakan sebagai penyalur informasi, misalnya pidato, ceramah, iklan radio (lisan) dan cerpen, makalah, tesis, surat undangan (tulisan).

  • Fungsi Interaksional, yakni penggunaan bahasa yang memiliki hubungan timbal balik atau interaksi antara pesapa dan yang disapa/pesapa. Komunikasi ini sering terjadi dalam percakapan sehari-hari.
Komunikasi bahasa sebagai fungsi utama, karena dalam kehidupan sehari-hari sangat tidak mungkin bila seseorang tidak tau apa itu bahasa dan cara menggunakannya. Sementara untuk dapat berinteraksi dengan orang lain, seseorang tersebut harus menggunakan suatu cara untuk menyampaikan informasi atau menunjukan emosinya kepada lawan bicara. Maka, dengan adanya bahasa, dapat mempermudah untuk menyampaikan keinginannya. Misalnya seorang dosen memberikan sanksi kepada salah satu mahasiswanya dan memberikan sikap kecewa dengan mimik muka yang ditunjukan.

Dari gambaran diatas, sudah terlihat jelas bahwa bahasa merupakan pendukung utama yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari, agar terjalinnya suatu komunikasi yang nyata pada setiap makhluk hidup. Dalam peristiwa komunikasi, bahasa dapat menampilkan fungsi yang beragam. Namun secara umum, bahasa dapat digunakan untuk mengekspreiskan emosi, menginformasikan suatu fakta, mempengaruhi orang lain, bercerita, mengobrol dan sejenisnya.

2. Sebutkan tiga contoh alat komunikasi yang bukan bahasa, dan jelaskan fungsinya!

Jawaban

  • Surat kabar : menyampaikan informasi berupa fakta ataupun kejadian aktual yang terjadi pada waktu tertentu di tempat yang berbeda.
  • Cerpen : sebuah karya tulis tangan yang bertuliskan pemikiran imajinatif dari seorang penulis kedalam kertas ataupun media lainnya untuk tujuan komersial atau sebagai bagian dari hobi.
  • SMS (Short Message Service) : layanan pesan singkat yang sering dijumpai pada telepon genggam. Fungsi utamanya adalah mengirim dan menerima teks. Kelebihannya dapat menjangkau jarak yang sangat jauh. Kelemahannya jumlah teks yang dibatasi hanya beberapa karakter saja.

3. Bahasa Indonesia mempunyai empat jenis definisi, yaitu definisi nominal, formal, operasional, dan luas. Jelaskan ke empat jenis definisi sebuah teks dengan topik Teknologi Informasi atau yang terkait dengan bidang studi kalian. Tulisan dibuat secara singkat dan jelas.
Jawaban

a. Nominal
Definisi nomilan biasa digunakan dalam kamus. Dalam definisi nominal, suatu kata dibatasi dengan kata lain yang merupakan sinonimnya, dan dengan terjemahannya atau menunjukan asal katanya.
Contohnya :

Sunday, April 28, 2013

Topologi Jaringan Komputer


Topologi Jaringan adalah pola hubungan atau interkoneksi atau skema fisik perkabelan yang menghubungkan suatu jaringan. Lebih sederhana, pengertian topologi jaringan komputer yaitu gambaran dari beberapa komputer dengan peralatan jaringan yang tersusun dalam jaringan komputer.

Topologi jaringan ini digunakan atas dasar tujuan tertentu dengan mempertimbangkan skala jaringan, biaya, tujuan dan penggunanya.
Beberapa topologi yang sering digunakan di antaranya:

1.   Topologi Bus (Linier)
Ciri-ciri dari topologi bus ini yaitu setiap komponen jaringan terhubung kesebuah jalur komunikasi utama yang disebut dengan Trunk / Backbone sehingga membentuk sebuah segmen jaringan. Topologi ini menggunakan dua buah terminator dikedua ujungnya, media transmisi yang digunakan yaitu kabel coaxial.

2.   Topologi Ring
Pada topologi ini, setiap komponenjaringan terhubung kesebuah jaringan utama (backbone) yang berbentuk loop tertutup sehingga membentuk segmen jaringan. Media transmisi yang diguanakan ialah kabel UTP.

3.   Topologi Star
Komponen jaringan Pada Topologi Star, masing-masing Workstation dihubungkan secara langsung ke Server atau Hub/Swich yang berfungsi menerima sinyal -sinyal dari komputer dan meneruskannya ke semya komputer yang terhubung dengan Hub/Swich tersebut. Kabel UTP sering digunakan pada bentuk topoligi ini.

Komponen Jaringan Komputer


Jaringan Komputer adalah dua atau lebih perangkat computer yang saling terhubung dengan menggunakan media komunikasi untuk mentransmisikan data yang dapat mengirimkan informasi secara elektronis. Biasanya, jaringan computer ditemukan pada suatu organisasi ataupun sekelompok orang yang berada pada area tertentu kemudian membentuk sebuah komunitas jaringan dengan menggunakan media computer dan media transmisi data untuk tujuan tertentu.
Berikut ini merupakan komponen yang ada pada jaringan computer:
1.   Computer, teridiri atas input device (mouse, keyboard), central processing unit (CPU), backing storage (hard disk, CD/DVD ROM) dan output divices (monitor, printer).


2.   NIC (Network Interface Card) adalah perangkat yang menyediakan media untuk menghubungkan antara computer, biasanya kartu jaringan ini adalah kartu internal yang dipasang pada slot ekspansi di dalam computer. Kartu jaringan yang sering dipakai saat ini adalah : Ethernet, LocalTalk konektor dan Token Ring.

3.   Network Device (perangkat jaringan):
a)   Hub, merupakan pembagi sinyal data bagi NIC dan juga berfungsi sebagai penguat sinyal.

b)   Router, merupakan perangkat yang dikhususkan untuk menangani koneksi antara dua atau lebih network yang terhubung melalui packet switching. Router bekerja dengan melihat alamat asal dan alamat tujuan dari paket yang melewatinya dan memutuskan rute yang akan dilewati paket tersebut untuk sampai ke tujuan. Router mengetahui alamat masing-masing komputer di lingkungan jaringan localnya, mengetahui alamat bridge dan router lainnya.

Tuesday, April 23, 2013

Program Analisis Leksikal Menggunakan Bahasa C

Berikut ini adalah coding Programnya :

#include<string.h>
#include<ctype.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void keyword(char str[10])
{ if(strcmp("for",str)==0||strcmp("while",str)==0||strcmp("do",str)==0||
strcmp("int",str)==0||strcmp("float",str)==0||strcmp("char",str)==0||
strcmp("double",str)==0||strcmp("static",str)==0||strcmp("switch",str)==0||
strcmp("case",str)==0)
printf("\n%s adalah keyword",str);
else
printf("\n%s adalah identifier",str);
}
main()
{
FILE *f1,*f2,*f3;
char c,str[10],st1[10];
int num[100],lineno=0,tokenvalue=0,i=0,j=0,k=0;
printf("\nEnter the c program\n");/*gets(st1);*/
f1=fopen("input","w");
while((c=getchar())!=EOF)
putc(c,f1);
fclose(f1);
f1=fopen("input","r");
f2=fopen("identifier","w");
f3=fopen("specialchar","w");
while((c=getc(f1))!=EOF)
{
if(isdigit(c))
{
tokenvalue=c-'0';
c=getc(f1);
while(isdigit(c))
{
tokenvalue*=10+c-'0';
c=getc(f1);
}
num[i++]=tokenvalue;
ungetc(c,f1);
} else if(isalpha(c))
{
putc(c,f2);
c=getc(f1);
while(isdigit(c)||isalpha(c)||c=='_'||c=='$')
{
putc(c,f2);
c=getc(f1);
}
putc(' ',f2);
ungetc(c,f1);
} else if(c==' '||c=='\t')
printf(" ");
else if(c=='\n')
lineno++;
else
putc(c,f3);
}

Tuesday, April 16, 2013

Penelitian Bahasa - Text Readability


Text Readability

1.      Latar Belakang

Sudah sangat lama sekali upaya yang dilakukan untuk mengidentifikasi factor-faktor yang mempengaruhi pembacaan teks. Thorndike (1921) memulai meneliti frekuensi kata dan seuntai pemikiran dalam studi corpus. Dengan teorinya itu formula keterbacaan kata mulai berkembang, seperti menyatakan frekuensi kata dan panjang kata oleh Lively dan Pressey (1923) yang didasarkan pada kesulitan kosakata.

Sampai saat ini indeks yang sering dipakai tidak lagi mementingkan korelasi dan hubungan antar kalimat yang sering dijumpai pada cerita fiksi modern, sehingga menimbulkan kesulitan pada saat membaca atau dapat mengurangi minat para pembaca.
Menghindari permasalahan yang tersebut diatas, kini berbagai macam tools dikembangkan untuk mengukur kelayakan suatu indeks agar dapat diketahui kesalahan-kesalahan yang ada dan memberikan referensi untuk memperbaikinya. Salah satu tools yang dapat digunakan ialah Text Readibility.

2.      Tujuan Penelitian

Dari pokok permasalahan yang dibahas, beberapa point penting dalam implementasi tools ini diantaranya bertujuan untuk :
  • Mengembangkan aksesibilitas teks berbasis website.
  • Memberikan masukan yang mudah untuk dipahami untuk tujuan belajar bahasa.
  • Menyediakan kriteria untuk adaptasi, seleksi atau menulis bahan untuk instruksi konten.
  • Membandingkan teks yang digunakan untuk tujuan pemeriksaan.

  1. Target Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi halaman suatu website secara online. Dengan bantuan tools Readability Text, dapat mengukur kekonsistenan tata letak halaman, grafis yang dipakai, dan gaya bahasa yang digunakan. Selain itu, tools ini secara terpisah juga dapat difungsikan secara offline dengan software komersial yang berguna untuk mencari kesalahan konjungsi pada kalimat, gramatikal error, ikatan kohesif atau indikator hubungan intrakalimat.
  1. Metode Penelitian
Berbagai sumber yang mendukung dalam penelitian ini sebagian besar berasal dari jurnal maupun website. Oleh karena itu, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan berbagai data dan informasi yang berguna untuk proses testing dan studi kelayakan agar dapat memberikan manfaat kepada khalayak umum.
  1. Hasil Penelitian
Tools ini diunggulkan dengan berbagai macam fungsi yang menunjukan deskripsi suatu website mengenai tingkatan kelayakan baca, mengukur keakuratan kata dan kalimat, menghitung kesalahan kata maupun kata yangsulit dipahami, dan masih banyak lagi.

Monday, April 15, 2013

Media Transmisi


1.     Kabel Coaxial
Coaxial adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Pusatnya berupa inti kawat padat yang dilingkupi oleh sekat yang kemudian dililiti lagi oleh kawat berselaput konduktor. Jenis kabel ini biasa digunakan untuk jaringan dengan bandwith yang tinggi.
Untuk kabel coaxial, dikenal dua jenis, yaitu thick coaxial cable (mempunyai diameter lumayan besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil).


a)      Thick coaxial cable (Kabel Coaxial “gemuk”)

Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning; kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan cuman disebut sebagai yellow cable.

Kabel Coaxial ini (RG-6) jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut:
·         Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang lumayan lebar).
·         Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached devices) atau berupa populated segments.
·         Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external transceiver).
·         Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.
·         Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).
·         Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter).
·         Setiap segment harus diberi ground.
·         Jarang maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).
·         Jarang minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).


b)                  Thin coaxial cable (Kabel Coaxial “Kurus”)

Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar. Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel coaxial jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter rata-rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC T-connector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThinNet.
Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan dengan TConnector dan terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut:
·        Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
·        Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment.
·        Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices)
·        Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.
·        Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated segment).
·        Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
·        Panjang minimum antar T-Connector adalah 1,5 feet (0.5 meter).
·        Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (555 meter).
·        Setiap segment maksimum mempunyai 30 perangkat terkoneksi.