Showing posts with label Lecturing. Show all posts
Showing posts with label Lecturing. Show all posts

Thursday, July 4, 2013

Berbahasa Sesuai Dengan Ranah Pemakaiannya - Perkembangan Penggunaan Bahasa di Indonesia

Bahasa merupakan alat atau media penyampaian yang digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung ataupun tidak tergantung pada objek ataupun subjek yang berkaitan. Banyak sekali definisi bahasa yang dipaparkan menurut beberapa tokoh peneliti bahasa dengan opini yang berbeda pula. Namun, secara garis besar bahasa adalah cara agar seseorang dapat mengerti apa yang dimaksud atau diinginkan orang lain. Bahasa juga memiliki fungsi yang beragam dan dipakai sasuai dengan kondisi atau untuk suatu tujuan tertentu.

Bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa yang telah diakui oleh dunia. Seperti bahasa yang ada di Negara lain, bahasa Indonesia juga memiliki tata cara atau aturan dalam menggunakannya. Sebut saja bahasa baku atau bahasa formal yang seringkali ditemui pada pustaka-pustaka ilmiah atau laporan penelitian. Tujuan diberlakukannya bahasa formal ini, salah satunya agar bahasa Indonesia selalu terjaga keasliannya karena bahasa Indonesia meruapakan karakteristik Negara Indonesia selain dari kebudayaan daerah. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi dan semakin kuatnya pengaruh globalisasi, bahasa asing yang masuk sedikit demi sedikit mempengaruhi masyarakat local khususnya di daerah metropolitan yang lama kelamaan akan membingungkan atau terjadi tumpang-tindih dalam penggunaan bahasa.

Perkembangan bahasa, sangatlah cepat dikalangan remaja. Karena beberapa factor yang memberikan mereka kesempatan untuk mengenal, belajar atau bahkan tertarik untuk menguasai bahasa asing seperti bahasa inggris, bahasa jepang, bahasa korea, dan lain sebagainnya. Perkataan “mian” (maaf dalam bahasa korea) sekarang lebih sering didengar pada percakapan siswa di sekolah atau “sorry” (maaf dalam bahasa inggris) yang sudah tak lazim didengar serasa sudah menggantikan tata bahasa Indonesia yang seharusnya dijaga. Memang tak akan bermasalah jika digunakan dalam percakapan sehari-hari, akan tetapi bagaimana jika satu kata menjadi dua dan seterusnya menggantikan bahasa local? Atau bahkan mereka lebih senang mencampur adukan bahasa dalam kesehariannya, baik formal maupun informal.

Selain bahasa indonesia, bahasa daerah yang ada di beberapa wilayah di Indonesia juga tidak menutup kemungkinan akan terpengaruh oleh budaya asing. Sejauh ini, menurut penelusuran tersendiri, bahasa daerah masih tetap ada, masih tetap sama. Karena biasanya, mayarakat yang seperti ini lebih menghargai bahasa nenek moyangnya dan lebih menjaga keaslian daerahnya.

Dari masalah yang ada, dapat diambil kesimpulan dari segi positifnya. Masyarakat local boleh saja mengenal bahasa asing dan mempelajarinya sesuai dengan kebutuhannya, namun tentu harus lebih menghargai bahasa sendiri dan menggunakannya sesuai dengan ketentuannya. Selama sesuatu yang ada di hargai, maka itu tetap akan ada, terjaga.

Thursday, June 13, 2013

Komunikasi Bahasa

1. Mengapa fungsi komunikasi bahasa disebut fungsi dasar? Mengapa pula disebut fungsi utama?

Jawaban

Secara garis besar, bahasa merupakan alat yang dipakai makhluk hidup untuk berkomunikasi, berinteraksi ataupun bertukar pikiran. Dengan bahasa, dapat memungkinkan seseorang atau sekelompok orang menyampaikan informasi, ide atau gagasan, perintah, bahkan dapat mempengaruhi pikiran orang tersebut asalkan informasi atau pesan tersampaikan dengan baik dan jelas dari pembicara atau sumber informasi kepada pendengar atau penerima informasi. Sedangkan komunikasi sendiri adalah hubungan timbal balik yang terjalin karena adanya sebab dan akibat dari pembicara atau sumber informasi kepada pendengar atau penerima informasi.

Komunikasi bahasa sebagai fungsi dasar, karena keberadaan bahasa sangat penting bagi makhluk hidup dalam kegiatan mobilitas sosial. Tidak hanya itu saja, bahasa juga memiliki berbagai macam fungsi berdasarkan tanggapan atau respon yaitu fungsi transaksional dan fungsi interaksional.
  • Fungsi Transaksional, yakni apabila dalam komunikasi terdapat isi komunikasi yang amat dipentingkan. Dengan begitu, bahasa dapat digunakan sebagai penyalur informasi, misalnya pidato, ceramah, iklan radio (lisan) dan cerpen, makalah, tesis, surat undangan (tulisan).

  • Fungsi Interaksional, yakni penggunaan bahasa yang memiliki hubungan timbal balik atau interaksi antara pesapa dan yang disapa/pesapa. Komunikasi ini sering terjadi dalam percakapan sehari-hari.
Komunikasi bahasa sebagai fungsi utama, karena dalam kehidupan sehari-hari sangat tidak mungkin bila seseorang tidak tau apa itu bahasa dan cara menggunakannya. Sementara untuk dapat berinteraksi dengan orang lain, seseorang tersebut harus menggunakan suatu cara untuk menyampaikan informasi atau menunjukan emosinya kepada lawan bicara. Maka, dengan adanya bahasa, dapat mempermudah untuk menyampaikan keinginannya. Misalnya seorang dosen memberikan sanksi kepada salah satu mahasiswanya dan memberikan sikap kecewa dengan mimik muka yang ditunjukan.

Dari gambaran diatas, sudah terlihat jelas bahwa bahasa merupakan pendukung utama yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari, agar terjalinnya suatu komunikasi yang nyata pada setiap makhluk hidup. Dalam peristiwa komunikasi, bahasa dapat menampilkan fungsi yang beragam. Namun secara umum, bahasa dapat digunakan untuk mengekspreiskan emosi, menginformasikan suatu fakta, mempengaruhi orang lain, bercerita, mengobrol dan sejenisnya.

2. Sebutkan tiga contoh alat komunikasi yang bukan bahasa, dan jelaskan fungsinya!

Jawaban

  • Surat kabar : menyampaikan informasi berupa fakta ataupun kejadian aktual yang terjadi pada waktu tertentu di tempat yang berbeda.
  • Cerpen : sebuah karya tulis tangan yang bertuliskan pemikiran imajinatif dari seorang penulis kedalam kertas ataupun media lainnya untuk tujuan komersial atau sebagai bagian dari hobi.
  • SMS (Short Message Service) : layanan pesan singkat yang sering dijumpai pada telepon genggam. Fungsi utamanya adalah mengirim dan menerima teks. Kelebihannya dapat menjangkau jarak yang sangat jauh. Kelemahannya jumlah teks yang dibatasi hanya beberapa karakter saja.

3. Bahasa Indonesia mempunyai empat jenis definisi, yaitu definisi nominal, formal, operasional, dan luas. Jelaskan ke empat jenis definisi sebuah teks dengan topik Teknologi Informasi atau yang terkait dengan bidang studi kalian. Tulisan dibuat secara singkat dan jelas.
Jawaban

a. Nominal
Definisi nomilan biasa digunakan dalam kamus. Dalam definisi nominal, suatu kata dibatasi dengan kata lain yang merupakan sinonimnya, dan dengan terjemahannya atau menunjukan asal katanya.
Contohnya :

Sunday, March 24, 2013

Enkapsulasi dan Dekapsulasi Pada Jaringan Komputer

Enkapsulasi adalah sebuah proses melakukan pemaketan pada sebuah data. Dengan enkapsulasi data menjadi memiliki identitas. Enkapsulasi terjadi ketika sebuah protokol yang berada pada lapisan yang lebih rendah menerima data dari protokol yang berada pada lapisan yang lebih tinggi dan meletakkan data ke format data yang dipahami oleh
protokol tersebut.
Enkapsulasi menyembunyikan informasi detail dari suatu class.
Dua hal yang mendasar dalam enkapsulasi yakni :

  • Information hiding.
  • Interface to access data.

  1. Information hiding
    Sebelumnya kita dapat mengakses anggota class baik berupa atribut maupun method secara langsung dengan menggunakan objek yang telah kita buat. Hal ini dikarenakan akses kontrol yang diberikan kepada atribut maupun method yang ada di dalam class tersebut adalah 'public'. Kita dapat menyembunyikan informasi dari suatu class sehingga anggota class tersebut tidak dapat diakses dari luar, caranya adalah hanya dengan memberikan akses kontrol 'private' ketika mendeklarasikan atribut atau method. Proses ini disebut dengan information hiding.

  2. Interface to access data
    Jika kita telah melakukan information hiding terhadap suatu atribut pada suatu class, lalu bagaimana cara melakukan perubahan terhadap atribut yang kita sembunyikan tersebut, caranya adalah dengan membuat suatu interface berupa method untuk menginisialisasi atau merubah nilai dari suatu atribut tersebut. Enkapsulasi menunjuk pada prinsip dari menyembunyikan desain atau mengimplementasikan informasi yang tidak sesuai pada object yang ada. Menyembunyikan elemen dari penggunaan sebuah class dapat dilakukan dengan pembuatan anggota yang ingin Anda sembunyikan secara private.

Sedangkan proses penguraian paket menjadi sebuah datagram disebut dekapsulasi. Dekapsulasi merupakan kebalikan dari enkapsulasi. Enkapsulasi menjalankan proses pembungkusan paket data sementara dekapsulasi memproses atau membuka paket data tersebut. Prosesnya berbanding terbalik dengan enkapsulasi.


source link :


Sunday, January 20, 2013

Proposal Skripsi Sederhana

PENGARUH GAME ONLINE
TERHADAP PENGGUNA INTERNET

(PROPOSAL SKRIPSI)

Diajukan Oleh :
Syahrun Diyaar
NPM : 16110775

Kepada
Dosen Mata Kuliah Bahasa Indonesia
SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
LEMBAR PERSETUJUAN
Proposal Skripsi dengan judul



--------------------------------------------------------------------------

Pengaruh Game Online

Terhadap Pengguna Internet



yang diajukan oleh
Syahrun Diyaar
NPM : 16110775


telah disetujui oleh Jurusan Teknik Informatika STIKOM Balikpapan dengan dosen pembimbing:
SANGSANG SANGABAKTI, SSOS, MPSI


Depok, 18 Januari 2013
Ketua Jurusan Sistem Informasi



Dr. SETIA WIRAWAN , SKom., MMSI



------------------------------------------------------------------


1. LATAR BELAKANG
Game Online, kalimat ini tentu sudah tidak asing lagi terdengar khususnya bagi yang punya hobi keluar masuk warnet (warung internet) dan yang sering online. Meskipun tidak semuanya yang dapat menikmatinya, contohnya saja game online ini hanya terkenal pada kalangan remaja ataupun yang iseng-iseng melepas penat dengan bermain game secara online.

Sunday, January 6, 2013

Laporan Skripsi Sederhana

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan ini yang berjudul “Pengaruh Game Online Tehadap Pengguna Internet”. Laporan ini disusun sebagai bagian dari proses belajar dari mata kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Gunadarma khususnya dikelas 3KA08.
Dalam waktu penulisan Laporan ini, penulis sadar akan kesalahan dan kekurangan dari isi ataupun yang lainnya yang disebabkan karena keterbatasan pengalaman penulis. Namun berkat bantuan dari berbagai pihak, Laporan ini dapat terselesaikan. Oleh karenanya penulis sangat berterimakasih kepada orang-orang yang terlibat dalam pembuatan Laporan ini yang tidak bisa penulis ucapkan satu persatu.
Semoga dengan adanya kesadaran dari para pembaca dapat memahami apa yang penulis sampaikan baik itu tersirat maupun tersurat. Akhir kata, penulis sangat berharap agar Laporan ini dapat bermanfaat dan berguna bagi kita semua.



Depok, Januari 2013



Penulis,
Syahrun Diyaar





-------------------------------------------------

Monday, March 7, 2011

Ilmu Budaya Dasar

               Sebelum beranjak pada topik yang akan dibahas, tentunya kita perlu mengenal satu persatu istilah Ilmu Budaya Dasar. Karena Ilmu Budaya Dasar bukan merupakan sebuah  kalimat saja, melainkan juga aturan gramatikal yang sudah di turunkan menjadi satu kepastian. Berikut ini pengertian sebenarnya dari referensi yang dapat dipercaya mengenai Ilmu Budaya Dasar.

               Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia [1]. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya[2].
               Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
               Sedangkan kata dasar merujuk pada pondasi, penyokong dan pelengkap sebagian dari sesuatu yang besifat nyata.
               Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris the Humanities, yang berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia, berbudaya dan halus.
               Dengan mempelajari the humanities diaharapkan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.
Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus).
               Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.
Latar belakang ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:
  • Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan.
  • Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
  • Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.
               Tujuan Ilmu Budaya Dasar antara lain :
  • Mengenal lebih dalam dirinya sendiri maupun orang lain yang sebelumnya lebih dikenal luarnya saja
  • Mengenal perilaku diri sendiri maupun orang lain
  • Sebagai bekal penting untuk pergaulan hidup
  • Perlu bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia serta mau tahu perilaku manusia
  • Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta perilaku manusia dan ketentuan yang diciptakannya
  • Memiliki penglihatan yang jelas pemikiran serta yang mendasar serta mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita yang luhur nilainya
  • Tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan kekotaan 
               Ilmu Budaya Dasar memiliki ruang lingkup antara lain :
  • Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya
  • Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.


also credit :
- http://wikipedia.ci.id
- http://www.asianbrain.com

Saturday, October 30, 2010

Situs Layanan & Informasi Mahasiswa Universitas Gunadarma

Kini Pelayanan administrasi mahasiswa dapat dilakukan secara online, melalui situs-situs resmi yang dimiliki oleh Universitas Gunadarma (UG). Dengan begitu mahasiswa bisa dengan mudahnya mengakses berbagai informasi untuk keperluan study di UG dimanapun dan kapanpun melalui jaringan komunikasi online atau biasa disebut dengan Internet J. Dengan dihadirkannya fasilitas online, diharapkan agar mahasiswa lebih praktis menggunakan waktu luangnya di depan computer J ini juga menghindari kesulitan dan keterlambatan dalam proses penyampaian informasi. Karena dengan fasilitas online, mahasiswa tidak perlu repot datang ke kampus hanya untuk menanyakan jadwal ujian, absesnsi, dosen pengganti, daftar nilai, tugas, dan lainnya. Hanya dengan oneclick kita bisa menggali informasi yang kita inginkan di salah satu website resmi Universitas Gunadarma, contohnya saja untuk keperluan absensi, cuti, cek nilai, cek jadwal kuliah, cek jadwal ujian, dan masih banyak lagi informasi lainnya! Fasilitas apa saja yang disediakan oleh UG itu? Berikut ini adalah beberapa contoh situs resmi yang dimiliki UG:


  1. berisisi informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dan informasi akademik bagi seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma. Disini kita dapat mengurus semua keperluan akademik, karena memang urusannya ada disini J seperti pindah jadwal kuliah pagi ke malam, cuti akademik, pengurusan sidang S1 dan masih banyak lagi. Pokoknya, selain biro administrasi, BAAK juga mengurus semua urusan mahasiswa yang berkuliah di Gunadarma J


  2. merupakan media pembelajaran virtual bagi mahasiswa. E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.


  3. berisi informasi jadwal kuliah, jadwal ujian, jadwal mengajar dosen, ruang kerja dosen, jadwal kursus dan workshop, informasi lowongan pekerjaan.


     
  4. merupakan situs resmi mahasiswa Gunadarma, dan melalui situs ini pelayanan akademik dapat dilakukan. Disini kita dapat melihat info penting yang selalu di update secara berkala untuk keperluan mahasiswa. Sehingga mahasiswa selalu up-to-date J fasilitas ini juga sangat penting dalam kelancaran mahasiswa selama perkuliahan berlangsung. Karena informasi akademik langsung masuk ke situs tersebut, dan semua mahasiswa Gunadarma masing-masing memilikinya J ada juga lecture massage untuk tugas dari dosen yang bersangkutan, email pribadi untuk semua civitas Gunadarma.


     
  5. merupakan pelayanan perpustakaan secara online. Fasilitas ini biasa digunakan mahasiswa untuk memesan buku yang akan dipinjam secara online kemudian dapat di ambil setelahnya di perpustakaan. Ini menghindari agar buku yang diperlukan tidak ada ditempat J atau kita bisa meminjam buku yang lain sebagai alternatifnya. Fasilitas ini juga bisa digunakaan sebagai buku bacaan online.


  6. merupakan situs yang berisi informasi terkini mengenai Universitas Gunadarma. UGPEDIA merupakan suatu wadah sumbangsih bagi civitas akademika khususnya dan bagi masyarakat umumnya, disini anda dapat mencari dan memberi arah informasi yang berkaitan dengan Universitas Gunadarma, mulai dari pendaftaran, perkuliahan, alumni, prosedur-prosedur, fasilitas serta hal-hal yang berhubungan dengan istilah yang sering ditemui di lingkup pendidikan universitas.


  7. situs yang berisi materi yang berkaitan dengan mata kuliah yang dapat diunduh secara gratis oleh mahasiswa


  8. Situs yang berisi artikel yang berasal dari prosiding suatu seminar ilmiah di dalam maupun di luar lingkungan Universitas Gunadarma serta jurnal ilmiah Universitas Gunadarma.


  9. situs ini menydiakan pelayanan terhadap masalah yang berkaitan dengan account (email, username, password), penggunaan internet maupun wifi di lingkungan Universitas Gunadarma.


Fasilitas yang diberikan Universitas Gunadarma ini Sangat banyak bukan? Semua itu tidak lepas dari visi misi Universitas Gunadarma sendiri. Oleh karenanya fasilitas-fasiltas ini diharapkan mampu memenuhi keperluan study mahasiswa Gunadarma dalam menjalankan hari-harinya di kampus tercinta J dan juga sebagai sarana untuk mengembangkan kreatifitasnya dalam bidang Teknologi Informasi sesuai dengan arti dan lambang Universitas Gunadarma.

Sunday, October 17, 2010

Nilai dan Norma Sebagai Ilmu Sosial Dasar

NILAI DAN NORMA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT
Dalam kehidupan sehari-hari manusia dalam berinteraksi dipandu oleh nilai-nilai dan dibatasi oleh norma-norma dalam kehidupan social. Norma dan nilai pada awalnya lahir tidak disengaja , karena kebutuhan manusia sebagai makluk social dan harus berinteraksi dengan yang lain menuntut adanya suatu pedoman, pedoman itu lama kelamaan norma-norma tersebut dibuat secara sadar.
Rumusan tentang norma dan nilai menurut para tokoh pada dasarnya sama. Penulis pada kesempatan ini akan memrumuskan pengertian norma dan nilai social sebagai berikut :
Nilai sosial adalah suatu perbuatan atau tindakan yang oleh masyarakat dianggap baik. Nilai social dalam setiap masyarakat tidak selalu sama, karena nilai dimasyarakat tertentu dianggap baik tapi dapat dianggap tidak baik dimasyarakat lain.
Nilai dapat dibagai menjadi tiga bagian yaitu :
Nilai material artinya segala sesuatu yang berguna bagi manusia.
Nilai vital artinya segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan aktivitas atau kegiatan.
Nilai kerohanian artinya segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia
Nilai kerohanian ini dibagi menjadi empat macam yaitu :
nilai kebenaran/keyakinan yaitu nilai yang bersumber dari akal manusia
nilai keindahan yaitu nilai yang bersumber dari unsur rasa manusia (perasaan atau estetika)
nilai moral/kebaikan yaitu nilai yang bersumber dari unsur kehendak /kemauan(karsa,etika)
nilai relegius yaitu nilai yang bersumber dari kekyakinan atau kepercayaan manusia, yang merupakan nilai kebutuhan kerohanian yang tinggi dan mutlak
Fungsi dari nilai social
Secara umum nilai social mempunyai fungsi sebagai berikut :
Nilai berfungsi sebagai petunjuk arah
Nilai berfungsi sebagai pemersatu yang dapat mengumpulkan orang banyak dalam kesatuan atau kelaompook tertentu atau masyarakat.
Nilai social berfungsi sebagai pengawasa dengan daya tekan dan pengikat tertentu
Nilai berfungsi senbagai benteng perlindungan
Nilai berfungsi sebagai alat pendorong atau motivator
Norma social adalah suatu petunjuk hidup yang berisi larangan maupun perintah.
Yang membedakan nilai dan norma adalah nilai merupakan sesuatu yang baik, diinginkan, dicita-citakan dan dipentingkan oleh masyarakat . Sedangkan norma adalah kaidah atau pedoman , aturan berperilaku untuk mewujudkan keinginan dan cita-cita tersebut , atau boleh dikatakan nilai adalah pola yang diinginkan sedangkan norma adalah pedomana atau cara-cara untuk mencapai nilai tersebut.
Menurut kekuatan yang mengikatnya, norma dibedakan menjadi empat yaitu
Cara (usage) ; cara ini menunjuk pada bentuk perbuatan . cara ini lebih tamapak menonjol dalam hubungan antar individudalam masyrakat. Pelanggaran atau penyimpangan terhadap usage tidak menimbulkan sanksi hukum yang berat tapi hanya sekedar celaan, cemohoon, sindiran, ejekan dsb.
Kebiasaan (folkways) yaitu perbuatan yang berulang-ulang dalam bentuk yang sama dan merupakan bukti bahwa orang banyak menyukai perbuatan tersebut.
Tata kelakuan (mors) yaitu kebiasaan yang diterima sebagai norma pengatur, atau pengawas secara sadar maupun tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya.
adapt-istiadat (custum) yaitu tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola perilaku masyarakat. Anggota masyarakat yang melanggaradat-istiadat akan mendapat sanksi keras yang terkadang secara tidak langsung diperlukan.
Fungsi norma social dalam masyarakat.
Fungsi norma social dalam masyarakat secara umum sebagai berikut :
Norma merupakan factor perilaku dalam kelompok tertentu yang memungkinkan seseorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakan akan dinilai orang lain.
Norma merupakan aturan , pedoman, atau petunjuak hidup dengan sanksi-sanksi untuk mendorong seseorang, kelompok , dan masyarakat mencapai dan mewujudkan nilai-nilai social
Norma-norma merupaakan aturan-aturan yang tumbuh dan dan hidup dalam masyarakat sebagai unsur pengikat dan pengendali manusia dalam hidup masyarakat..

Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar
ILMU PENGETAHUAN
Pengetahuan diperoleh karena ada rangsangan pada diri manusia untuk mengetahui sesuatu dalam rangka mempertahankan hidupnya. Pengetahuan ada yang umum dan ada yang khusus. Pengetahuan dikatakan benar jika ada kesesuaian antara pengetahuan dengan objeknya. Pengetahuan menjadi ilmiah karena adanya keinginan yang mendalam untuk menyelidiki sesuatu yang ingin kita ketahui dengan menggunakan metode tertentu, dan itulah yang kemudian disebut ilmu pengetahuan. Penelitian untuk menyelidiki kebenaran ilmiah dapat dilakukan melalui pendekatan induktif maupun deduktif. Ilmu pengetahuan dikembangkan bukan hanya untuk ilmu pengetahuan itu sendiri, tetapi juga karena adanya kepentingan-kepentingan di dalamnya. Apa pun kepentingannya, ilmu pengetahuan seharusnya dikembangkan untuk meningkatkan harkat dan kesejahteraan manusia.
ILMU BUDAYA DASAR, ILMU ALAMIAH DASAR, DAN ILMU SOSIAL DASAR
Ilmu pengetahuan dapat dikelompokan melalui beberapa cara. Secara umum ilmu pengetahuan dikelompokan menjadi tiga yaitu ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu pengetahuan budaya atau lebih umum disebut ilmu pengetahuan humaniora. Pengelompokan ilmu pengetahuan ini yang mendasari pengembangan Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, dan Ilmu Budaya Dasar sebagai matakuliah dasar umum yang wajib diambil oleh mahasiswa di samping matakuliah dasar umum lainnya seperti Agama, Pancasila, dan Kewiraan. Matakuliah Ilmu Sosial Dasar bukanlah merupakan suatu disiplin ilmu tetapi lebih merupakan kajian yang sifatnya multi atau interdisipliner. Ilmu Sosial Dasar diajarkan untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum kepada mahasiswa tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial yang terjadi di sekitamya. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sosialnya. Dengan kepekaan sosial yang dimilikinya, mahasiswa diharapkan memiliki kepedulian sosial dalam menerapkan ilmunya di masyarakat.
ILMU PENGETAHUAN DAN PEMANFAATANNYA
Ilmu pengetahuan dikembangkan untuk meningkatkan harkat hidup manusia, sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Masalahnya, manusia sering memiliki rasa serakah, sehingga ilmu pengetahuan tidak jarang digunakan untuk memenuhi kepentingannya sendiri walaupun dengan cara mengorbankan orang lain. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan ilmu pengetahuan. Karena itulah ilmu pengetahuan harus memiliki etika atau kode etik ilmu pengetahuan. Dalam mempelajari etika ilmu pengetahuan, masalah yang menjadi perhatian utama adalah masalah utilitarisme. Utilitarisme adalah nilai praktis kegunaan ilmu pengetahuan. Dalam konteks utilitarisme, ilmu pengetahuan harus dikembangkan dalam rangka memberikan kebahagiaan dan kesejehteraan semua manusia. Dari situlah perlu ada rasa keadilan dalam penerapan ilmu pengetahuan.

INDIVIDU, KELUARGA, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN
KONSEP INDIVIDU DAN KONSEP KELUARGA
Individu sebagai manusia perseorangan pada dasarnya dibentuk oleh tiga aspek yaitu aspek organis jasmaniah, psikis rohaniah, dan sosial. Dalam perkembangannya menjadi ‘manusia’, sebagaimana diistilahkan oleh Dick Hartoko, individu tersebut menjalani sejumlah bentuk sosialisasi. Sosialisasi inilah yang membantu individu mengembangkan ketiga aspeknya tersebut.
Salah satu bentuk sosialisasi adalah pola pengasuhan anak di dalam keluarga, mengingat salah satu fungsi keluarga adalah sebagai media transmisi atas nilai, norma dan simbol yang dianut masyarakat kepada anggotanya yang baru. Di masyarakat terdapat berbagai bentuk keluarga di mana dalam proses pengorganisasiannya mempunyai latar belakang maksud dan tujuannya sendiri. Pranata keluarga ini bukanlah merupakan fenomena yang tetap melainkan sebuah fenomena yang berubah, karena di dalam pranata keluarga ini terjadi sejumlah krisis. Krisis tersebut oleh sebagian kalangan dikhawatirkan akan meruntuhkan pranata keluarga ini. Akan tetapi bagi kalangan yang lain apa pun krisis yang terjadi, pranata keluarga ini akan tetap survive.
KONSEP MASYARAKAT DAN KONSEP KEBUDAYAAN
Masyarakat adalah sekumpulan individu yang mengadakan kesepakatan bersama untuk secara bersama-sama mengelola kehidupan. Terdapat berbagai alasan mengapa individu-individu tersebut mengadakan kesepakatan untuk membentuk kehidupan bersama. Alasan-alasan tersebut meliputi alasan biologis, psikologis, dan sosial. Pembentukan kehidupan bersama itu sendiri melalui beberapa tahapan yaitu interaksi, adaptasi, pengorganisasian tingkah laku, dan terbentuknya perasaan kelompok. Setelah melewati tahapan tersebut, maka terbentuklah apa yang dinamakan masyarakat yang bentuknya antara lain adalah masyarakat pemburu dan peramu, peternak, holtikultura, petani, dan industri. Di dalam tubuh masyarakat itu sendiri terdapat unsur-unsur persekutuan sosial, pengendalian sosial, media sosial, dan ukuran sosial. Pengendalian sosial di dalam masyarakat dilakukan melalui beberapa cara yang pada dasarnya bertujuan untuk mengontrol tingkah laku warga masyarakat agar tidak menyeleweng dari apa yang telah disepakati bersama. Walupun demikian, tidak berarti bahwa apa yang telah disepakati bersama tersebut tidak pernah berubah. Elemen-elemen di dalam tubuh masyarakat selalu berubah di mana cakupannya bisa bersifat mikro maupun makro.
Apa yang menjadi kesepakatan bersama warga masyarakat adalah kebudayaan, yang antara lain diartikan sebagai pola-pola kehidupan di dalam komunitas. Kebudayaan di sini dimengerti sebagai fenomena yang dapat diamati yang wujud kebudayaannya adalah sebagai suatu sistem sosial yang terdiri dari serangkaian tindakan yang berpola yang bertujuan untuk memenuhi keperluan hidup. Serangkaian tindakan berpola atau kebudayaan dimiliki individu melalui proses belajar yang terdiri dari proses internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi.
HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN
Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.
Lingkungan sosial yang pertama kali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di dalam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Di samping itu, melalui keluarga pula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial dalam rangka mengembangkan kapasitasnya sebagai anggota keluarga. Sementara itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam masyarakat, individu mengejewantahkan apa-apa yang sudah dipelajari dari keluarganya. Mengenai hubungan antara individu dan masyarakat ini, terdapat berbagai pendapat tentang mana yang lebih dominan. Pendapat-pendapat tersebut diwakili oleh Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber. Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.

KEPENDUDUKAN, GENERASI, DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
PENGERTIAN DAN KAJIAN KEPENDUDUKAN
Ilmu yang mempelajari masalah kependudukan adalah demografi.
Istilah ini pertama kali digunakan oleh Achille Guillard. Demografi sebagai suatu ilmu telah muncul sejak abad ke-17.
John Graunt seorang pedagang di London, yang melakukan analisis data kelahiran dan kematian, migrasi dan perkawinan dalam hubungannya dengan proses penduduk dianggap sebagai Bapak Demografi.
Jumlah penduduk dapat meningkat, stabil atau menurun. Indikator dari perubahan penduduk ini adalah tingkat kelahiran, kematian dan migrasi.
Komposisi penduduk merupakan suatu konsep yang mengacu pada susunan penduduk menurut kriteria tertentu, seperti jenis kelamin, usia, pekerjaan, suku bangsa, dan pendidikan.
Data mengenai struktur penduduk yang disajikan secara grafis disebut piramida penduduk (population pyramid).
Kebijaksanaan kependudukan berhubungan dengan keputusan pemerintah.
Dengan mempengaruhi kelahiran, kematian, dan persebaran penduduk, pemerintah memiliki strategi yang dianggap baik untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk.
Di luar kebijaksanaan persebaran penduduk atau migrasi, secara garis besar, kebijaksanaan kependudukan terbagi menjadi dua bagian, yaitu kebijaksanaan pronatal dan kebijaksanaan antinatal.
Karakteristik angkatan kerja tidak terlepas dari pengaruh ketiga variabel utama kependudukan (kelahiran, kematian, dan migrasi). Kehidupan sosial suatu negara dapat digambarkan jika kita mengetahui komposisi lapangan pekerjaan dari angkatan kerjanya.
Antara kekuatan-kekuatan ekonomi dan kekuatan-kekuatan demografi ada hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi.

GENERASI, REGENERASI, DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Generasi secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu masa di mana kelompok manusia pada masa tersebut mempunyai keunikan yang dapat memberi ciri pada dirinya dan pada perubahan sejarah atau zaman.
Menurut Notosusanto, pengertian generasi itu sendiri sebenarnya lebih berlaku untuk kelompok inti yang menjadi panutan masyarakat zamannya, yang dalam suatu situasi sosial dianggap sebagai pimpinan atau paling tidak penggaris pola zamannya (pattern setter).
Di Indonesia, dianggap telah ada empat generasi, yaitu generasi ‘20-an, generasi ’45, generasi ’66, dan generasi reformasi (’98).
Suatu generasi harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan pada zamannya, melaksanakan pembangunan dengan sumber daya yang ada dan akan ada, serta menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan dari pembangunan dan sumber daya-sumber daya tersebut.
Untuk itu diperlukan adanya suatu sistem dan mekanisme pembangunan dalam keseluruhan yang melibatkan semua pihak, baik aparatur, peraturan, pengawas, maupun rakyatnya (grass-root).
Selain itu, diperlukan juga kajian-kajian sosial seperti ekonomi, kependudukan (demografi) dan ekologi untuk pendukungnya.
Cara pandang kita terhadap pengertian generasi, baik dari sisi terminologi maupun fakta dan persepsinya tidak dapat dilakukan dengan terlalu sederhana.
Dari generasi ke generasi selalu memunculkan permasalahan yang khusus dan pola penyelesaiannya akan khas pula tergantung faktor manusia dan kondisi yang ada pada zamannya.
Masing-masing generasi mencoba menjawab tantangan yang khas pada masanya dan seharusnyalah dipandang secara holistik (menyeluruh) untuk mempelajari dan mengkajinya.
Pemahaman tentang sejarah dan wawasan yang luas sangat mempengaruhi tantang penilaian dan persepsi terhadap keberadaan suatu generasi dan masyarakat secara keseluruhan.
Bila kita kaitkan antara generasi dengan pembangunan, maka keberadaan generasi tidak akan terlepas dari karakter dan ciri-ciri penduduk suatu bangsa beserta kondisinya.
Masalah penduduk yang meliputi jumlah, komposisi, persebaran, perubahan, pertumbuhan dan ciri-ciri penduduk berkaitan langsung dengan perhitungan-perhitungan pembangunan, baik konsep, tujuan maupun strategi pembangunan suatu bangsa.
Penduduk suatu bangsa dapat merupakan modal yang sangat penting bagi pembangunan (sumber daya), tetapi jika tidak dipelajari dan disesuaikan akan dapat menjadi faktor penghambat yang cukup penting pula.
Masing-masing negara mempunyai kebijakan regenerasi yang berbeda dalam menangani masalah penduduk dan dalam melakukan kaderisasi.
Pembangunan yang ideal ialah pembangunan yang harus disikapi dengan arif, cermat dan dengan konsep yang berkelanjutan (sustainable development), disesuaikan dengan kondisi dan karakter bangsa itu sendiri.
PENGERTIAN KOTA, DESA DAN PERMASALAHANNYA
Kota adalah suatu ciptaan peradaban budaya umat manusia.
Kota sebagai hasil dari peradaban yang lahir dari pedesaan, tetapi kota berbeda dengan pedesaan, sedangkan masyarakat kota adalah suatu kelompok teritorial di mana penduduknya menyelenggarakan kegiatan-kegiatan hidup sepenuhnya, dan juga merupakan suatu kelompok terorganisasi yang tinggal secara kompak di wilayah tertentu dan memiliki derajat interkomuniti yang tinggi.
Permasalahan di kota adalah pengangguran, rawan pangan, rawan moral dan lingkungan.
Desa adalah suatu perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat di suatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain, sedangkan masyarakat pedesaan ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga atau anggota masyarakat yang amat kuat yang hakikatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat di mana ia hidup dicintai serta mempunyai perasaan bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakat atau anggota masyarakat.
Permasalahan di kota antara lain:
  1. konflik (pertengkaran),
  2. kontroversi (pertentangan),
  3. kompetisi (persaingan),
  4. kegiatan pada masyarakat pedesaan, dan
  5. sistem nilai budaya.
Variabel-variabel yang mencirikan kemiskinan di pedesaan adalah:
  1. lemahnya posisi sumber daya alam,
  2. lemahnya posisi sumber daya manusia di pedesaan,
  3. kurangnya penguasaan teknologi,
  4. lemahnya infrastruktur dan lemahnya aspek kelembagaan, termasuk budaya, sikap, dan motivasi.

INTERAKSI DESA DAN KOTA
Interaksi sosial dapat terjadi karena adanya kontak sosial dan komunikasi.
  1. Pola interaksi sosial pada masyarakat ditentukan oleh struktur sosial masyarakat yang bersangkutan.
  2. Pola interaksi masyarakat pedesaan adalah dengan prinsip kerukunan, sedang masyarakat perkotaan lebih ke motif ekonomi, politik, pendidikan, dan kadang hierarki.
  3. Pola interaksi masyarakat pedesaan bersifat horisontal, sedangkan masyarakat perkotaan vertikal.
  4. Pola interaksi masyarakat kota adalah individual, sedangkan masyarakat desa adalah kebersamaan.
  5. Pola solidaritas sosial masyarakat pedesaan timbul karena adanya kesamaan-kesamaan kemasyarakatan, sedangkan masyarakat kota terbentuk karena adanya perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat.
  6. Pengaruh kota terhadap desa:
  1. kota menghasilkan barang-barang yang dibutuhkan desa
  2. menyediakan tenaga kerja bidang jasa
  3. memproduksi hasil pertanian desa
  4. penyedia fasilitas-fasilitas pendidikan, kesehatan, perdagangan, rekreasi
  5. andil dalam terkikisnya budaya desa
  6. Pengaruh desa terhadap kota
  1. penyedia tenaga kerja kasar
  2. penyedia bahan-bahan kebutuhan kota
  3. merupakan hinterland
  4. penyedia ruang (space).

URBANISASI DAN PENANGGULANGANNYA
Urbanisasi adalah suatu proses perpindahan penduduk dari desa ke kota.
Urbanisasi dilihat dari kacamata sosiolog menunjukkan tiga gejala sosial yaitu:
urbanisasi itu sendiri, detribalisasi, dan stabilitas.
  1. Ahli ekonomi melihat pada beralihnya corak mata pencaharian yang baru di kota yang wujudnya subsistence urbanization sebagai pengganti corak sebelumnya yaitu subsistence agriculture
  2. Ahli geografi melihatnya sebagai:
  1. Perkembangan persentase penduduk yang bertempat tinggal di perkotaan, baik secara mondial, nasional, maupun regional.
  2. Bertambahnya penduduk yang menjadi bermata pencaharian nonagraris di pedesaan.
  3. Tumbuhnya suatu pemukiman menjadi kota.
  4. Mekar atau meluasnya struktur artefaktial-morfologis suatu kota ke kawasan sekelilingnya.
  5. Meluasnya pengaruh suasana perekonomian kota ke pedesaan.
  6. Meluasnya pengaruh suasana sosial, psikologis, dan kultural kota ke pedesaan; dengan perkataan lain meluasnya aneka nilai dan norma urban ke kawasan di luarnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi urbanisasi
  1. Faktor pendorong
    1. timbulnya kemiskinan di kota
    2. kegagalan panen
    3. peraturan adat yang kuat
    4. kurangnya sarana pendidikan pengembangan diri
    5. perang antarkelompok
  2. Faktor penarik
    1. di kota banyak pekerjaan
    2. pekerjaan lebih sesuai pendidikan
    3. mengangkat status sosial
    4. pengembangan usaha di luar bidang pertanian
    5. fasilitas pendidikan lebih banyak
    6. modal lebih banyak
    7. tingkat budaya lebih tinggi
Akibat urbanisasi
  1. berkurangnya tenaga kerja di desa
  2. terbentuknya daerah suburban
  3. terbentuknya pemukiman kumuh
  4. meningkatnya tuna karya
Usaha penanggulangan urbanisasi
  1. lokal jangka pendek
    1. perbaikan perekonomian pedesaan
    2. pembersihan pemukiman kumuh
    3. penataan pemukiman kumuh
    4. memperluas lapangan kerja
    5. membuat dan melaksanakan proyek perkotaan
  2. lokal jangka panjang
  3. nasional jangka pendek
  4. nasional jangka panjang
KONFLIK SOSIAL DAN INTEGRASI SOSIAL
KONFLIK SOSIAL
Perspektif fungsionalisme melihat masyarakat sebagai suatu sistem yang stabil dan selalu mengandung keseimbangan.
Sebaliknya, teori konflik sebagai reaksi terhadap fungsionalisme pada tahun 1950-an dan 1960-an mengemukakan bahwa masyarakat terdiri atas kelompok-kelompok yang bertikai yang sering bertempur habis-habisan, bukannya sebagai keluarga besar yang bahagia.

INTEGRASI SOSIAL
Integrasi sosial dikonsepkan sebagai suatu proses ketika kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat saling menjaga keseimbangan untuk mewujudkan kedekatan hubungan-hubungan sosial, ekonomi maupun politik.
Kelompok-kelompok sosial tersebut dapat terwujud atas dasar agama atau kepercayaan, suku, ras, dan kelas.
Dalam konteks ini, integrasi tidak selamanya menghilangkan diferensiasi tetapi yang terpenting adalah memelihara kesadaran untuk menjaga keseimbangan hubungan.
Pokok-pokok integrasi sosial menurut Dahrendoof (1986) adalah (a) Stabilitas, (b)
Fungsi koordinasi, (c) Konsensus, dan (d) Integrasi yang terstruktur dengan baik.
Sedangkan proses terjadinya integrasi sosial di masyarakat dapat dikelompokkan ke dalam tiga dimensi, yaitu (1) masyarakat dapat terintegrasi di atas kesepakatan sebagian besar anggota terhadap nilai-nilai sosial tertentu yang bersifat fundamental dan (2) masyarakat dapat terintegrasi karena sebagian besar anggotanya terhimpun dalam berbagai unit sosial sekaligus (cross-cutting affiliations).
Melalui mekanisme demikian, konflik-konflik yang terjadi baik yang tampak maupun yang laten, teredam oleh loyalitas ganda, dan (3) masyarakat dapat terintegrasi atas saling ketergantungan di antara unit-unit sosial yang terhimpun di dalamnya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.
Akibat adanya perbedaan pemilikan dan penguasaan sumber ekonomi, seperti kaya, menengah, dan miskin.
Ada dua macam mobilitas sosial yaitu vertikal dan horisontal.
Yang vertikal berhubungan dengan perpindahan posisi ke atas atau ke bawah, sedangkan yang horisontal berhubungan dengan perpindahan dari satu bidang atau dimensi ke bidang atau dimensi lainnya dalam kelas yang sama.
Pengendalian sosial (kontrol sosial) adalah kontrol yang bersifat psikologik dan nonfisik, yaitu merupakan tekanan mental terhadap individu, sehingga individu akan bersikap dan bertindak sesuai dengan penilaian kelompok, karena ia tinggal dalam kelompok.
Adapun hasil dari pengendalian sosial adalah (a) proses pembentukan kepribadian sesuai dengan keinginan kelompok, dan (b) kelangsungan hidup atau kesatuan kelompok lebih.

NEGARA HUKUM DAN SISTEM PEMERINTAHAN

NEGARA HUKUM
Individu adalah orang seorang atau pribadi yang secara kodrati ingin hidup bersama dengan individu lainnya.
Satu individu akan selalu membutuhkan individu lainnya.
Masyarakat adalah kumpulan individu yang saling membutuhkan satu sama lain.
Masyarakat tidak akan terbentuk tanpa ada individu-individu yang saling membutuhkan satu sama lain.
Kumpulan individu tidaklah secara otomatis menjadi masyarakat hukum, misalnya para penonton sepak bola, pembeli dan pedagang di pasar.
Walaupun sudah dapat disebut sebagai masyarakat tetapi masing-masing individu tidak diikat oleh satu hukum tertentu yang mewajibkan mereka mengikuti aturan yang diciptakan bersama oleh anggotanya.
Masyarakat hukum adalah masyarakat di mana para anggotanya diikat oleh satu norma atau aturan hukum tertentu sebagai patokan untuk bersikap dan bertindak.
Misalnya masyarakat hukum adat, koperasi atau partai politik di mana masing-masing anggotanya harus tunduk pada aturan yang sudah ditentukan dan jika tidak tunduk, maka individu tersebut dapat dikenakan sanksi.
Negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang diorganisasikan oleh lembaga politik dan pemerintah yang sah, mempunyai kedaulatan sehingga berhak menentukan tujuan nasional negaranya.
Lembaga politik dan pemerintah yang terorganisasikan tersebut dibentuk atas dasar kehendak bersama dan merupakan pemegang kekuasaan tertinggi agar dapat mencapai tujuan bersama pula.
Negara hukum adalah negara yang menjadikan hukum sebagai kekuasaan tertinggi.
Hukum yang berlaku di negara tersebut haruslah hukum yang mencerminkan keadilan bagi masyarakatnya dan bukan hukum yang hanya berpihak kepada masyarakat tertentu saja sehingga kedudukan semua individu atau masyarakat sama di depan hukum.
Ciri-ciri negara hukum adalah:
  1. Pengakuan dan perlindungan hak-hak asasi manusia yang mengandung persamaan di bidang politik, hukum, sosial, ekonomi, dan kebudayaan.
  2. Peradilan yang bebas dan tidak memihak serta tidak dipengaruhi oleh sesuatu kekuasaan apa pun juga.
  3. Legalitas dalam arti segala bentuknya.
Bentuk negara berasal dari dua bentuk dasar yaitu monarchi dan republik.
Jika kehendak negara ditentukan oleh satu orang saja, maka bentuk negara tersebut adalah monarchi dan bila kehendak negara tersebut ditentukan oleh banyak orang yang merupakan satu majelis, maka bentuk negaranya adalah republik.
Negara federal adalah suatu susunan negara yang kedaulatannya terletak pada keseluruhan komponen negara yaitu pada negara itu sendiri, sedangkan kedaulatan negara konfederal terletak pada negara-negara bagiannya.

SISTEM PEMERINTAHAN
Ciri-ciri pemerintahan parlementer yaitu kepala negara (raja atau presiden) berada di luar parlemen dan hanya menjalankan kekuasaan terbatas, hubungan antara eksekutif dengan badan perwakilan sangat erat sebab menteri bertanggung jawab kepada parlemen, kekuasaan yang sebenarnya ada pada parlemen, kebijakan pemerintah tidak boleh menyimpang dari yang dikehendaki parlemen.
Ciri-ciri pemerintahan presidensial yaitu kepala negara bertindak juga sebagai pemimpin kabinet, kedudukan eksekutif tidak tergantung kepada badan perwakilan rakyat, pembentukan kabinet tidak tergantung dari badan perwakilan rakyat, para menteri bertanggung jawab kepada presiden.
Sistem pemerintahan dapat dibagi berdasarkan pembagian kekuasaan (distribution of power) dan pemisahan kekuasaan (separation of power).
Bila dilihat dari bunyi Pasal 4 dan 17 UUD 45, maka negara Republik Indonesia dapat disebut sebagai pemerintahan yang menganut sistem presidensial.
Sumber Buku Ilmu Sosial Dasar Karya Effendi Wahyono